PENGERTIAN PENDIDIKAN

A.  DEPENISI MAHA LUAS

  1. Pendidikan adalah hidup, segala situasi yang berpengaruh terhadap pertumbuhan hidup individu.
  2. Karakteristik khusus
    1. a. Masa pendidikan: Pendidikan berlangsung seumur hidup dan setiap saat.
    2. b. Lingkungan Pemdidikan. Pendidikan berlangsung dalam segala lingkungan hidup.
    3. c. Bentuk kegiatan. Terentang dari bentuk-bentuk yang misterius atau tidak aisengaja sampai dengan terprogram.
    4. d. Tujuan. Tujuan pendidikan adalah pertumbuhan. Tujuan pendidikan adalah sama dengan tujuan hidup.
  3. 3. Pendukung. Kaum Humanis Romantik. (kaum yang mengecam praktek pendidikan di sekolah pada zamannya.

  1. DEFENISI SEMPIT

C.

  1. Pendidikan adlah sekolah. Pendidikan adalah segla pengaruh yang diupayakan sekolah terhadap anak didik agar mempunyai kemampuan sempurna.
  2. Karakteristik khusus
    1. a. Masa  pendidikan. Pendidiken berlangsung dalam terbatas.
    2. b. Lingkungan pandidikan. Berlangsung  dalam lingkungn pendidikan yang diciptakan khusus.
    3. c. Bentuk kegiatan. Kegiatan terprogram dalam bentuk kurikulum yang berorientsikan pada kegiatan guru sehingga guru mempunyai peran sentral.
    4. d. Tujuan. Terbatas pada pengembangan kemampuan. Tujuan pendidikan adalah mempersiapkan hidup.
  1. Pendukung. Kaum Behavioris. (kaum yang pesimis apabila peranan pendidikan dalam bentuk-bentuk pengalaman belajar dalam hidup yang tidak di lembagakan).

  1. DEFENISI ALTERNTIP ATAU LUAS TERBATAS
  1. Pendidikan adalah usaha sadar yang dilakukan oleh keluarga, masyarakat, dan pemerintah melalui kegiatan bimbingan yang berlangsung disekolah dan di luar sekolah sepanjang hayat.
  2. karakteristik khusus.
    1. a. Masa pendidikan. Berlangsung seumur hidup.
    2. b. Lingkungan pendidikan. Berlangsung sebagian dari lingkungan hidup.
    3. c. Bentuk kegiatan. Dapat berbenuk formal, informal maupun nonformal.
  3. Tujuan. Tujuan pendidikan adalah sebagian dari tujuan hidup, yang bersifat menunjang terhadap tujuan –tujuan hidup.
  4. Pendukung. Kaum Humanis Realistik dan Realisme kritis.

v      Pendekatan dialektis : memadukan pengertin pandidikan sebagai  pengembangan potensi dalam diri seseorang dan didikan sebagai warisan social.

PRINSIP-PRINSIP PENDIDIKAN

  1. PRINSIP-PRINSIP
    1. Belajar untuk mengetahui. Berarti belajar memperoleh keuntungan dari kesempatan-kesempatan pendidikan yang tersedia dalam hidup.
    2. Belajar untuk berbuat. Tidak hanya keterampilan, tetapi  juga berkenaan dengan kompetensi .
    3. Belajar untuk hidup bersama. Belajar mengelola konflik-konflik dalam semangat menghargai nilai-nilai kejamakan.
    4. Belajar untuk menjadi dirinya sendiri. Yaitu mengembangkan kepribadian dan mampu berbuat dengan kemandirian.
    5. Pendidikan seumur hidup.
  1. ARAH PERKEMBANGAN PENDIDIKN
  1. Dari Pendidikan Dasar Sampai Universitas :
  1. Kenanpuan untuk mengekspresikan diri.
  2. Kebutuhan, yang akan tetap menjadi  kebutuhan yang lebih besar pada nasa yang akan datang.
  3. Penyesuaian pendidikan dasar pada hubungan yang spesifik.
  4. Pemberantasan buta huruf.
  5. Teknologi harus mendukung.
  1. Pendidikan menengah harus dikaji ulang dalam hubungan belajar seumur hidup.
  1. Seleksi dan bimbingan harus di jernihkan.
  2. Univesitas harus menjadi pusat bagi tingkat yang lebih tinggi dari system pendidikan.
  3. Universitas hendaknya mempunyai empat fungsi pokok:

1)      Mempersiapkan untuk riset dan mengajar.

2)      Menyediakan program-program pelatihan khusus.

3)      Terbuka bagi semua.

4)      Kerjasama internasional.

  1. Mampu berbicara masalah-masalah etis dan social.
  2. Menyediakan jawaban terhadap tantangan-tantangan dari pendidikan massa.

PERAN DAN FUNGSI PENDIDIKAN

A.FUNGSI PENDIDIKAN

Secara umum pendidikan berfungsi sebagai Pembina kemanusiaan atau membina kepribadian manusia untuk lebih baik, serta sebagai pengembangan kemampuan atau skill sebagai sumber daya manusia.

  1. PERAN PENDIDIKAN
    1. Peran ganda pendidikan
      1. Pendidikan berfungsi untuk membina kemanusiaan (human being). Bahwa pendidikan pada akhirnya untuk mengembangkan seluruh kepribadian manusia untuk terjun ke masyarakat.
      2. Pendidikan berfungsi sebagai pengembang sumber daya manusia (human resource), yaitu pengembangan kemampuan.
  1. Peran strategis pendidikan
    1. Membangun cohesiveness dari suatu masyarakat.
    2. Sebagai pembangun rasa persatuan
  1. Proses pendidikan dan TIK

Perlunya keseimbangan antara percepetan pendidikan terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi, oleh sebab itu pendidikan harus redefenisi untuk semua tingkat dan jenis untuk menguasai ilmu pengetahuan yang baru dan keterampilan yang baru.

  1. Pentingnya kualitas guru

PANDANGAN PENDIDIKAN TENTANG MANUSIA SEBAGAI ANIMAL EDUCANDUM

  1. KANAPA MANUSIA HARUS DI DIDIK/MENDIDIK
  2. 1. Dasar Bologis (anak manusia dilahirkan tidak berdaya/ kosong)
    1. Anak manusia lahir dengan insting yang tidak sempurna.
    2. Perlunya masa belajar.
    3. Awal pendidikan terjadi setelah anak manusia mencapai penyesuaian jasmani.
  1. Implikasi
    1. a. Manusia sebagai makhluk social.
    2. b. Masa persiapan pendidikan anak memerlukan perlindungan.
    3. c. Kemampuan pendidikan terbatas.
    4. d. Reedukasi pendidikan.
  1. 3. Dasar Sosio-Antropologis
    1. a. Manusia sebagai makhluk berkeadaban.
    2. b. Perlunya menguasai budaya.
    3. c. Peradaban tidak terjadi dengan sendirinya.

  1. MENGAPA MANUSIA DAPAT DI DIDIK/ MENDIDIK

1.Dasar biologis

  1. Anak dilahirkan dengan potensi untuk berubah
  2. anak mempunyai otak yang besar.
  3. Mempunyai pusat syaraf sebagai penghubung untuk berfikir.

2. Dasar Sosio-Antropologis

  1. Setiap masyarakat perlu menguasai budaya.
  2. Masyarakat mengingikan hidup yang beradab.
  3. Manusia makhluk yang berkeadaban.

C. MENGAPA MANUSIA DAPAT DI DIDIK/ MENDIDIK

  1. Dasar Biologis
    1. Anak dilahirkan tidak berdaya.
    2. Anak dapat diubah.
    3. Dapat merespons pelajaran.
    4. Mempunyai potensi.
  1. Dasar Psiko-Sosio-Antropologis
    1. Individu adalah unik
    2. Perbedaan penguasaan budaya.
    3. Makhluk social.
  1. BATAS-BATAS KEMUNGKINAN PENDIDIKAN
  1. Empirisme, (realisme, behaviorisme, eksperimentasisme)
    1. a. Pendidik adalah berkuasa.
    2. b. Anak lahir kosong, tanpa potensi.
    3. Implikasi
      1. a. Guru sentral.
      2. b. Rekayasa pola tingkah laku.
      3. c. Internalisasi.
      4. d. Pembiasaan.
      5. e. Pembentukan.
  1. Naturalisme (idealism, thomisme, humanism)
  2. Pendidikan kurang berkuasa.
  3. Anak lahir dengan potensi.
    1. I mplikasi
      1. Murid sentral.
      2. Pengembangan potensi.
      3. Pertumbuhan dari dalam.
      4. Personalisasi.
      5. Pendidikan adalah belajar.
      6. 5. Developmentalisme, realism kritis.
        1. a. Pendidikan berpengaruh namun terbatas.
        2. b. Anak lahir dengan bakat.
        3. 6. Implikasi
          1. a. Berpusat pada relasi antara pendidik dengan si terdidik.
          2. b. Perpaduan antara bakat dan pengaruh.

  1. c. Transaksi antara pendidik dengan terdidik.
  2. d. Kegiatan belajar mengajar dalam situasi khusus.
  1. E. KEKLIRUAN-KEKLIRUAN PENDIDIKAN
  1. Batasan
    1. Pendidikan yang baik adalah yang berhasil membantu meningkatkan mutu individu.
    2. Kekeliruan adalah bentuk-bentuk tujuan pendidikan yang tidak benar atau cara penyampaian yang tidak tepat.

Kekeliruan-kekeliruan dapat dibedakan dalam dua bentuk, yaitu :

a) Kekeliruan idiil mendidik

v   Bentuk

  • Pendidikan patologis (penyakit)
  • Demgogis (penghasutan)

Yang mengandung unsure mengingkari kemanusiaan dan mendorong pada perbuatan yang dapat merusak.

v      Akibat dan penanggulangan

Pendidikan patologis atau demagagis jika berhasil akan maenghasilkan manusia yang cacat moral dan harus di reedukasi.

b) Kekeliruan teknis

v      Bentuk

  • Kekliruan cara mendidik. (mendidik dengan cara mengendalikan)
  • Kekeliruan ekologis. (lemahnya control social).

PENDIDIKAN SEBAGAI SEBUAH SISTEM

A.  PENDEKATAN SISTEM

  1. Batasan

Pendekatan system adalah cara berfikir dan bekerja menggunakan konsep-konsep teori system yang relevan dalam memecahkan masalah.

  1. Teori system
    1. Karakteristik teori sistem

1)      Keseluruhan adalah penting

2)      Integrasi adalah hubungan

3)      Setiap bagian tak dapat dipisahkan

4)      Setiap bagian mempunyai peranan

5)      Sifat bagian dan fungsinya dalam keseluruhan diatur oleh keseluruhan terhadap hubungan bagian-bagiannya.

6)      Keseluruhan adalah sebuah system

7)      Harus dinulai dari dasare secara keseluruhan

  1. Karakteristik umum

1)      Cenderung ke arah entropi

2)      Hadir dalam ruang waktu

3)      Mempunyai batas-batas

4)      Mempunyai linghkungan

5)      Mempunyai variable atau parameter

6)      Mempunyai sub system

7)      Mempunyai suprasistem

  1. Tipe-tipe system

1)      Sistem alam, (Semua yang bekerja berdasarkan hokum alam).

2)       Buatabn manusia, (system yang dirancang dan diatur oleh manusia)

3)      System tertutup, (tidak musah menyesuaikan diri).

4)      System terbuka, (suatu system yang terus menyesuaikan diri). Dengan cirri-ciri :

  • Mendatangkan energy
  • Mentransformasikan energy
  • Mengekspor hasil
  • Sebuah rangkaian peristiwa
  • Ngentropi (bergerk melawan untuk tetap hidup)
  • Balikan negative
  • Homocostatia dinamis (mempunyai mekanisme dalam mengikuti parubahan lingkungan)
  • Diferensiasi (berkembang)
  • Ekuifinalitas (mempunyai kemampuan untuk mencapai hasoil dalam kondisi berbeda).
  1. ANALISIS DAN PEMETAAN SEKOLAH SEBAGAI SISTEM

1.Analsis dan pemetaan suprasistem sekolah

  1. Batasan

Suprasistem sekolah adalah lingkaran langsung dan tidak langsung

Yang berpengaruh.

  1. Bentuk

1)      Lingkungan distal

2)      Lingkungan proksimal

KEDUDUKAN PENDIDIKAN AGAMA DALAM SISTEM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

A.  VISI DAN MISI PENGELOLAAN PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA

Untuk menjadikan pendidikan agama islam sebagai salah satu pendidikan alternative membutuhkan paradigma-paradigma baru untuk meningkatkannya, antara lain peningkatan manajemen pendidikan Islam itu sendiri. Berbagai kelemahan pendidikan islam seperti banyaknya mata pelajaran yang di arahkan, kualitas guru yang rendah, sarana pendidikan yang kurang, dan para siswanya kebanyakan berasal dari keluarga yang kurang mampu.

Menrut Sarkowi Sayuti, ada tig ciri khas pendidikan islam, yaitu :

  1. Suatu system yang didirikan karena didorong oleh hasrat untuk mengejawantahkan nilai-nilai Islam.
  2. Suatu system yang mengajarkan ajaran islam.
  3. Suatu system pendidilan Islam  yang meliputi kedua hal tersebut.
  1. Visi :

Pendidikan islam sebagai subsistem pendidikan nasional, berarti pengelolaan, mutu, kurikulum, pengadaan tenaga, dan lain-lain juga berlaku untuk pengembangan pendidikan islam di Indonesia.

Visi pendidikan nasional tidak lain adalah untuk mewujudkan manusia Indonesia yang taqwa dan produktif  sebagai anggota masyrakat Indonesia yang bhineka.

  1. Misi :

Misi adalah perwujudan visi, yaitu Mewujudkan manusia Indonesia yang saleh dan produktif. Dengan demikian misi pendidikan islam ialah mewujudkan nilai-nilai keislaman di dalam pembentukan manusia Indonesia.

Misi pendidikan Islam bukan sekedar untuk  dijadikan sebagiai “cagar budaya” tetapi sebagai agen of change tanpa menghilangkan cirri khasnya.

Malik Fajar meruskan pendidikan Islam dapat menjadi alternative apabila dia memenuhi empat tuntutan sebagai berikut :

1)   Kejelasan cita-cita dengan langkah-langkah yang operasional didlam usaha mewujudkan cita-cita pendidikan islam.

2)   Memberdayakan kelembagaan dengan menata kembali sistemnya.

3)   Meningkatkan dan memperbaiki manajemen.

4)   Meningkatkan mutu sumber daya manusianya.

KEKUATAN PENDIDIKAN ISLAM

  1. Pendidikan yang lahir dari masyarakat.
  2. Suatu system kehidupan yang lahir dan di besarkan dalam suatu masyarakat.
  3. Ditopang dan dibesarkan oleh masyarakat yang memilikinya.

KELEMAHAN PENDIDIKAN ISLAM.

  1. Cenderung kepada ortodoks
  2. Pengelolaan yang berorientasikan pada masyarakat sehingga sulit untuk dicarikan standar untuk meningkatkan mutu.
  3. Isolasionisme dan menolak perubahan.
  4. Tumbuh yang hidup denga kemampuan sendiri diantara masyarakat miskin.