Latest Entries »

Fajar Metro News : Kasus Gayus Tambunan dan Survei Korupsi.

Kasus Gayus Tambunan dan Survei Korupsi
Oleh: Muliana

Muliana

Terkuaknya kasus Gayus Tambunan dan tertangkapnya hakim Ibrahim menambah deret panjang kasus-kasus penyalahgunaan wewenang untuk kepentingan pribadi.

Pada kasus Gayus Tambunan, seorang pegawai Ditjen Pajak dengan Golongan III A ditemukan memiliki kekayaan di rekeningnya sebesar Rp 25 miliar, rumah mewah di Kelapa Gading bernilai sekitar Rp 1 miliar serta mobil mewah Mercedez Bens dan Ford Everest.

Dengan kekayaan sebesar itu, Gayus Tambunan mengalahkan kekayaan Presiden SBY yang melaporkan kekayaannya sebesar Rp 7 miliar di KPU saat pilpres 2009 lalu.

Sebelum menjadi miliarder, Gayus sendiri berasal dari keluarga sederhana. Ayahnya seorang pekerja di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta dan tinggal di sebuah gang padat penduduk di daerah Warakas, Jakarta Utara.

Di lingkungannya, Gayus dikenal cerdas sehingga bisa menyelesaikan kuliahnya di STAN pada usia 20 tahun dan ditempatkan pada Ditjen Pajak di Jakarta. Dalam rentang 10 tahun bekerja di Ditjen Pajak, kehidupan Gayus menjelma bak hidup di negeri impian.

Sebelum terkuak kekayaan di media massa, Gayus Tambunan pernah berurusan dengan Pengadilan Negeri Tangerang dengan dakwaan melakukan tindak pidana pencucian uang dan penipuan.

Dakwaan ini berdasarkan aliran dana mencurigakan yang ditemukan oleh Bareskim Mabes Polri ke rekeningnya di Bank Central Asia (BCA) Bintaro, Kota Tangerang Selatan sebesar Rp 170 juta pada 21 September 2007 dan Rp 200 juta pada 15 Agustus 2008.

Namun dakwaan tersebut tidak berhasil menjeratnya ke penjara karena Pengadilan Negeri Tangerang memberikan putusan vonis bebas baginya pada tanggal 12 Maret 2010.

Pascaputusan Pengadilan Tangerang, Susno Duadji membeberkan kepada wartawan pada saat peluncuran bukunya bahwa pada saat dirinya menjabat Kabareskim terdapat satu kasus dugaan korupsi dengan ditemukannya aliran dana mencurigakan sebesar Rp 25 miliar ke rekening pribadi seorang pegawai pajak.

Kasus tersebut kemudian berkembang menjadi kasus korupsi pajak untuk dana Rp 24,6 miliar, sedang sisanya dimasukkan sebagai kasus pencucian uang sebesar Rp 400 juta dan telah ditangani Bareski sejak Maret 2009.

Namun setelah Susno Duadji diberhentikan sebagai Kabareskim, bersamaan dengan itu pula kasus korupsi pajak Gayus menguap dan diklaim sebagai titipan dari seorang pengusaha bernama Ade Kosasih. Namun Susno mencurigai dana tersebut sudah dicairkan dan dibagi-bagi diantara polisi yang melibatkan tiga orang jenderal polisi.

Mencuatnya kasus Gayus Tambunan merembes pula pada program reformasi birokrasi yang diterapkan pada Departemen Keuangan yang telah menelan biaya yang sangat besar. Pada tahun 2008 saja tercatat anggaran yang tersedot untuk anggaran reformasi birokrasi untuk Depkeu mencapai Rp 1 triliun.

Program strategis tersebut bertujuan menegakkan disiplin pegawai dalam lingkup Depkeu dengan meningkatkan renumerasi yang berbeda dengan pegawai negeri pada umumnya. Gayus yang berstatus pegawai negeri golongan III A diberi gaji Rp 12,5 juta per bulan.

Namun bukannya Gayus semakin disiplin dengan renumerasi diatas rata-rata pegawai negeri, namun justru menyalahgunakan kewenangan yang dimilikinya untuk memperkaya diri. Inilah ironi program reformasi birokrasi ala Sri Mulyani Indrawati.

Survei Korupsi

Banyaknya kasus-kasus korupsi dalam para pegawai dan petinggi penyelenggara negara menyebabkan persepsi para pebisnis internasional terhadap Indonesia masih buruk. Survei terkini tentang peringkat korupsi negara-negara paling korup telah dilangsir oleh Political And Economi Risk Consultancy (PERC) pada 8 Maret 2010 lalu.

Hasil survei tersebut kembali menempatkan Indonesia di posisi pertama di Asia dengan nilai 9,07 menyusul Kamboja di posisi kedua.

Selanjutnya diikuti oleh Vietnam, Filipina, Thailand, India, China, Taiwan, Korea, Makau, Malaysia, Jepang, Amerika Serikat, Hong Kong dan Australia. Pada tahun 2009 lalu, nilai Indonesia berada pada poin 7,69. Responden survei berjumlah 2.174 orang dari berbagai kalangan eksekutif kelas menengah dan atas di Asia.

Maka tidak salah bila masyarakat mengecap pemerintahan SBY tidak berhasil dalam program-program pemberantasan korupsi. Kita masih ingat 28 Januari 2010 lalu terjadi demo besar-besaran dari berbagai elemen mahasiswa maupun masyarakat di seluruh pelosok negeri ini meneriakkan kekecewaannya terhadap kinerja pemerintah selama 100 hari masa jabatannya.

Pemerintah dianggap gagal dalam melaksanakan tugasnya. Salah satu program pemerintah dalam 100 hari adalah memberantas korupsi. Korupsi sudah seperti kanker ganas yang menggerogoti negeri ini. Janji pemerintah untuk memberantasnya dalam waktu 100 hari sudah jatuh tempo.

Akan tetapi, apa yang terjadi? Kondisi bangsa ini bukannya membaik, bahkan semakin karut marut dengan berbagai permasalahan yang ada. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah jangka waktu 100 hari itu memungkinkan untuk memberantasnya?

Korupsi adalah salah satu masalah terbesar yang menjadi fokus pemerintah. Praktik korupsi di negeri ini tidak hanya terjadi di level kelas atas saja, tetapi juga di level bawah. Sebagai contoh, untuk memperoleh KTP (Kartu Tanda Penduduk), Kartu Keluarga, atau SIM, akan dipermudah kalau kita memberi “uang” tambahan.

Ini untuk level bawah. Bagaimana pula yang terjadi di level atas? Tentu jumlah yang dikorup jauh lebih besar. Sebagai contoh, salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk memberantas korupsi dengan mendirikan suatu lembaga pemberantasan korupsi, dalam hal ini KPK.

Tapi, alangkah ironisnya, para penegak hukum kita di lembaga ini justru digerogoti oleh korupsi itu sendiri. Negeri ini sudah sarat dengan hukum. yang menjadi masalah adalah penegakan hukum itu sendiri sangat lemah. Sehingga penegak hukum di negeri ini seperti “pagar makan tanaman”.

Lembaga yang seharusnya menegakkan hukum malah terlebih dahulu melanggarnya. Lantas, siapa seharusnya yang bisa dipercayakan untuk menegakkan hukum di negeri ini?

Saya hanya ingin mengutip pendapat Paramoedya Ananta Toer dalam salah satu buku yang ditulis oleh Koesalah Soebagyo Toer, beliau mengatakan “orang Indonesia ini hidup konsumtif dan kurang berproduksi.

Korupsi adalah karena tidak seimbangnya produksi dengan konsumsi. Maka, selama produksi dengan konsumsi tidak seimbang, selama itu korupsi akan terus hidup. Untuk memberantas korupsi, seimbangkan konsumsi dengan produksi”.

Demikian pendapat beliau. Mungkin hal ini bisa menjadi kajian dan perlu pembahasan yang serius khususnya bagi pemerintah kita, mengingat menyeimbangkan konsumsi dan produksi tidak semudah membalik telapak tangan. Butuh waktu yang cukup lama. Menyeimbangkan produksi dengan konsumsi merupakan salah satu cara untuk memberantas korupsi yang bisa dikategorikan dalam tahapan jangka panjang.

Untuk jangka pendek, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan menerapkan “Tiga M”. Pertama, mulai dari diri sendiri. Tanamkan rasa malu untuk melakukan korupsi. Kita tanamkan dalam diri kita untuk tidak melakukan korupsi dalam bentuk apapun. Kalau perlu masing-masing pribadi mengharamkan korupsi bagi dirinya sendiri. Kedua, mulai dari hal-hal kecil.

Kita bisa mencontoh salah seorang shahabiyah, Umar Bin Abdul Aziz seorang kepala negara ketika beliau berbicara dengan putranya di istana negara beliau memadamkan lampu istana dan menyalakan lampu minyak miliknya, karena yang akan mereka bicarakan bukan kepentingan negara tetapi masalah pribadi.

Ketiga, mulai dari sekarang. Tidak melakukan korupsi jangan ditunda-tunda, kita mulai dari sekarang, detik ini juga. saya yakin, kalau kita berusaha pasti suatu saat korupsi akan musnah sampai ke akar-akarnya. kita tidak perlu menunggu himbauan dari pemerintah untuk memberantas korupsi, kalau perlu kita memberi contoh pada pemerintah.

Kalau hal tersebut tidak bisa kita lakukan, lama kelamaan korupsi menjadi salah satu “kekayaan budaya” di negeri ini. Budaya yang seharusnya tidak dilestarikan, tapi harus dimusnahkan. Untuk memusnahkannya tentu memerlukan strategi-strategi problem solving yang lebih ampuh.

Selain itu, jangka waktu yang diperlukan juga tidak sedikit, perlu tahapan-tahapan misal jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Penulis, Peneliti pada Insert Institute Makassar. (#)

10 Negara Birokrasi Terburuk.

Keganjilan Kasus Gayus

Kamis, 17 Juni 2010 | 00:36 WIB

Walau berkas Gayus Tambunan telah dinyatakan lengkap oleh kejaksaan dan segera dilimpahkan ke pengadilan, kasus ini masih ganjil. Hingga kini belum terkuak asal-muasal harta sekitar Rp 100 miliar yang dimiliki bekas pegawai pajak ini. Agar tak muncul kesan ada yang ditutup-tutupi, penyidik mestinya membongkar tuntas pihak mana pun yang menyuap Gayus.

Sudah menjadi fakta bahwa pegawai yang dipecat dengan tidak hormat dari Direktorat Jenderal Pajak itu memiliki harta Rp 74 miliar yang disimpan di Singapura. Polisi telah menyita harta berupa duit dolar Singapura, dolar Amerika, dan logam mulia yang disembunyikan di kotak penyimpanan ini. Dinyatakan oleh kepolisian, temuan ini di luar uang Rp 25 miliar yang sebelumnya ditemukan di rekening tersangka.

Masalahnya, khalayak akan terus bertanya-tanya karena polisi tetap tak bisa menjelaskan dari mana Gayus memperoleh setumpuk harta ini. Keseriusan polisi mengungkap kasus suap ini semakin diragukan lantaran mereka terkesan setengah hati menelusuri pengakuan tersangka. Dalam pemeriksaan, Gayus menyatakan bahwa duit itu berasal antara lain dari sejumlah perusahaan Grup Bakrie yang terlilit masalah pajak. Pengakuan ini juga disampaikan tersangka kepada Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum. Tapi sampai sekarang tak satu pun dari perusahaan ini telah diperiksa oleh penyidik.

Ketidakseriusan juga terlihat dalam membongkar data perusahaan yang ditangani Gayus. Baru tiga hari yang lalu polisi mengantongi izin dari Menteri Keuangan untuk menelusurinya, padahal tersangka telah diperiksa sejak dua bulan yang lalu. Urusan yang bertele-tele ini boleh jadi karena terhambat birokrasi di Kementerian Keuangan, tapi bisa pula lantaran polisi terlambat meminta izin.

Harus diakui, kasus Gayus tetap bisa dilimpahkan ke pengadilan sekalipun pihak yang menggelontorkan uang belum terungkap. Delik suap dalam Undang-Undang Pemberantasan Korupsi, dan aturan dalam UU Pencucian Uang yang digunakan menjerat tersangka, tidak mengharuskannya. Lagi pula, tersangka tak hanya dituduh menerima suap, tapi juga dituding menyuap penegak hukum saat ia disidik dan diadili dalam kasus yang sama sebelumnya.

Tapi justru di situlah persoalannya. Jangan sampai persekongkolan itu diulang oleh penegak hukum. Dalam kasus sebelumnya, Gayus, yang memiliki rekening mencurigakan–saat itu baru terungkap Rp 28 miliar–dibebaskan oleh hakim pada Maret lalu karena ia bersekongkol dengan para penegak hukum. Sekalipun kali ini kemungkinan tersangka divonis bebas amat kecil, rasa keadilan masyarakat tetaplah terganggu jika pihak yang menyuap tidak terungkap.

Sebagian penyidik, jaksa, dan hakim yang dulu menangani kasus Gayus memang telah dijadikan tersangka setelah banyak pihak mempersoalkannya. Hanya, khalayak tetap akan menilai kasus ini masih dalam cengkeraman mafia hukum jika misteri harta yang dimiliki bekas pegawai pajak ini tidak dikuak.

Jangan sampai pula kelak publik menuntut kasus Gayus dibongkar untuk ketiga kalinya gara-gara ada indikasi penegak hukum bermain mata dengan perusahaan yang diduga menyuap tersangka.

ILMU KALAM



  1. Jelaskan Defenisi Ilmu Kalam !

jawab :

Menurut Ibnu Khuldun, “ilmu kalam ialah disiplin ilmu yang mengandung berbagai argumen tentang aqidah imani yang diperkuat dalil-dalil rasional”.

Sedangkan menurut Syech M. Abduh, “ilmu kalam ialah ilmu yang membicarakan tentang wujud Allah, sifat-sifat yang mesti ada padaNya, dan sifat-sifat yang tidak mungkin ada padaNya, membicarakan tentang rasul-rasul, untuk menetapkan keutusan mereka, sifat-sifat yang boleh dan tidak mungkin terdapat pada mereka”

Jadi, ilmu kalam ialah, ilmu yang membahas masalah ketuhanan dengan argumentasi logika atau filsafat.

  1. Jelaskan Nama Lain Dari Ilmu Kalam !

jawab :

Nama lain dari ilmu kalam adalah :

  1. Ilmu Ushuludin, karena, ilmu ini membahas pokok-pokok agama.dinamakan demikian karena memang soal kepercayaan itu betul-betul menjadi dasar pokok dari soal-soal yang lain dlam agama.
  1. Ilmu Hakikat, ilmu hakikat ialah ilmu sejati, karena ilmu ini menjelaskan hakikat-hakikat segala sesuatu, sehingga dapat meyakini akan kepercayaan yang benar (hakiki).
  1. Ilmu Ma’rifat, disebut ilmu ma’rifat karena dengan pengetahuan ini dapat mengethui benar-benar akan Allah dan seegala sifat-sifat-Nya dan dengan keyakinan yang teguh.
  1. Ilmu Tauhid, karena , ilmu ini membahas keesaan Allah. Serta terdapat kajian tentang asma’ dan af’al (perbutan-perbuatan ) Allah yang waajib, mustahil dan jaiz, juga sifat yang wajib, mustahil dan jaiz bagi rasulNya. Dan tauhid sendiri sebenarnya membahas keesaan Allah dan hal-hal yang berkaitan denganNya.

Secara harfiah tauhid berarti mempersatukan, dari kata wahid yang berarti satu. Menurut agama tauhid ialah keyakinan yang satu atau esanya tuhan.

  1. Fiqh Al-Akbar yaitu ilmu yamg membahas keyakinan dan pokok-pokok agama.
  1. Theology Islam, karena merupakan disiplin ilmu yang berbicara tentang kebenaran wahyu serta independensi filsfat dan ilmu pengetahuan (Reese).
  1. Jelaskan Ruang Lingkup Ilmu Kalam !

jawab :

Adapun ruang lingkup ilmu kalam adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan tuhan, tentang keesaan tuhan, tentang akal dan wahyu, tentang kewajiban manusia terhadaptuhannya, tentang keadilan tuhan, dan segala yang meenyangkut tentang kerasulan dan para nabi.

  1. Apa Yang Anda Ketahui Tentang :

  1. a. Aliran Khawarij

jawab :

Khawarij merupakan aliran pertama muncul dalam Theology Islam. Khawarij merupakan golongan yang keluar dari barisan Ali Bin Abi Thalib.

Dalam bahasa khawarij berasaal dari kata kharaja yang berarti keluar. Yang berarti bahwa kaum khawarij adalah kaum yang keluar dari pengikut Ali. Adapun dalam terminologi, khawarij berarti suatu seekte atau aliran pengikut Ali bin Abi Thalib yang meninggalkan barisan karena ketidaksepakatan terhadap keputusan Ali yang menerima arbitse (tahkim), dalam perang siffin pada 37 H/684 M dengan kelompok Bughat (pemberontak) Muawiyah Bin Sufyan perihal persengketaan kekhalifahan.

Adapun doktirn-doktrinnya sebagai berikut :

1)      khalifah atau imam harus ddipilih secara bebas oleh seluruh umat Islam.

2)      Khalifah tidak harus berasal dari keturunan arab.

3)      Khalifah dipilih secara permanent selama yang bersagkutan bersikap adil dan menjalankan syari’at Islam.

4)      Khalifah sebelum Ali adlah sah. Tetapi setelah tahun ke tujuh dari masa kekhalifahannya Utsman dianggap menyeleweng.

5)      Seorang yang berdosa besar adalah kafir dan halal dibunuh.

6)      Amar ma’ruf nahi munkar.

7) Memalingkan ayat-ayat yang tampak Mutasabbihat.

8) Manusia bebas dalam berbuat dan memutuskan sesuatu.

9) Adanya wa’ad dan wa’id.

  1. b. Aliran Syi’ah

jawab :

Syi’ah Adalah mazhab politik pertama dalam Islam. Syi’ah hadir pada akhir masa pemerintahan Ustman, dan tumbuh pada masa Ali.

Syi’ah adalah galongan dengan paham yang mengatakan bahwa Ali merupakan khalifah pilihan Nabi Muhammad Saw dan Ia orang yang paling utama diantara para saahabat Nabi.

Mazhab ini pertama muncul di Mesir pada pemerintahan Utsman.

Adapun aliran-aliran dalam syi’ah adalah :

1)      Saba’iyah

2)      Ghubariyah

3)      Kaisaniyah

4)      Zaidiyah

5)      Imamiyah tizna ‘assyariyah

6)      Isma’iliyah

7)      Hakimiyah dan druz

8)      Nashiriyah

  1. c. Aliran Murji’ah

jawab :

Murji’ah berasal dari kata irja’ atau arja’a yang bermakna penundaan, penangguhan dan pengharapan dalam arti memberi harapan kepada para pelaku dosa besar untuk bertaubat.

Kaum murji’ah muncul akibat pertantangan politik dalam Islam. Dalam theology, kaum murji’ah berpendapat bahwa orang yang berdosa besar adalah masih mukmin. Tapi soal pembalasannya ditunda hingga hari pembalasan nanti.

  1. d. Aliran Mu’tazilah

jawab :

kata mu’tazilah berasal dari kata I’tizal yang artinya memisahkan diri. Jadi, kaum mu’tazilah adalah kaum yang menyelisihkan atau memisahkan diri. Aliran ini berassal dari kota Basyrah pada permulaan abad kedua hijriyah.

Bagi kaum mu’tazilah, orang yang berdosa besar adlah bukan kafir tapi bukan pula mukmin atau menempati posisi diantara dua posisi.

Menurut John of Damaskus, mu’tazilah mengambil paham tentang tuhan sebagai zat yang baik dan menjadi sumber segala kebaikan serta tidak dapat mengerjakan segala keburukan.

Ajaran pokok aliran ini adalah :

1)      Tauhid (ke-Esaan tuhan)

2)      Keadilan tuhan

3)      Janji dan ancaman tuhan

4)      Posisi diantara dua posisi

5)      Amar Ma’ruf Nahi Munkar

  1. e. Qadariyah

jawab :

Qadariyah berarti “kuasa sendiri”, golonga ini juga disebut golongan ahli tafwid, yaitu pekerjaan yang dilakukan itu dianggapnya telah mendapat penyerahan qudrat dari Allah untuk bertindak dan melakukan apa saja secara bebas di lingkkungan manusia.

Qadariyah pertama kali difatwakan oleh Ma’bad Al Juhani. Aliran Qadaariyah dalam menafsirkan suatu ayat selalu dengan kekuatan akal, yang menjadi satu keistimewaan mereka. Bahkan mereka lebih banyak menggunakan akal daripada Al Qur’an dan Hadits.

Adapun pokok-pokok aajran Qadariyah adalah :

1)      pekerjaan manusia tidak ada sangkut pautnya dengan tuhan.

2)      Jika manusia memakai Qodratnya maka diberi pahala

3)      Qodrat yang baik datangnya dari Allah

4)      Al Qur’an adlah makhluk

5)      Tuhan tidak memiliki sifat tsubudiyah

6)      Iman addlah ma’rifat kepada Allah dan rosulNya.

  1. f. Jabariyah

jawab :

jabariah berasal dari kata jabara yang berarti memaksa. Paham ini berpendapat bahwa manusia tidak mempunyai kemerdekaan dalam menentukan kehendak dan perbuatannya atau kehendak mutlak tuhan.

Paham jabariyah muncul pertama kali oleh Al Ja’ad Abn Dirham, tetapi yang menyiarkan ajaran ini adalah Al Jahm Bin Sufwan (127 H/745 M).

Pokok ajaran aliran Jabariyah adalah :

1)      Al Husain Najjar berpendapat bahwa perbuatan manusia diciptakan oleh Allah, baik maupun buruknya.

2)      Manusia tidak mempunyai daya dan upaya

3)      Iman cukup dalam hati

4)      Surgan dan neraka itu fana

5)      Al Qur’an adalah makhluk

6)      Tidak adanya pahala.

  1. Jelaskan hubungan antara filsafat, ilmu kalam dan tasawwuf !

Jawab :

Hubungan antara filsafat, ilmu kalam dan tasawwuf adalah terletak pada objek kajiannya.

Menurut plato,  filsafat adalah ilmu yang mencari kebenaran yang hakiki. Sedaangkan menurut aristoteles, adalh ilmu pengetahuan yang mengandung kebenaran mengenai ilmu-ilmu metafisika, logika, etika dll.

  1. Jelaskan tahap-tahap perkembangan tasawwuf di dunia !

Jawab :

  1. Sufisme-Awal

Sejak decade akhir abad II H, sufisme sudah popular dikalangan masyarakat dikawasan dunia Islam, sebagai perkmbangan lanjut dari gaya keberagaman para zahid dan ‘abid-keslehan asketisme yang mengelompokan diserambi masjid madinah. Fase awal ini juga disebut fase askatisme.

Keadaan ini ditandai oleh munculnya individu-individu yang lebih mengejar kehidupan akhirat, sehingga perhatiannya terpusat untuk beribadah dan mengabaikan duniawi.

Rfase ini berlangsung hingga akhir abad ke-III H dan berubah menjadi fase sufisme yang disebut sebagai fase kedua.

  1. Sufisme-Ortodoks

Sejak abad ke-III H sudah mulai popular sebutan sufisme ortodoks yang dirintias oleh Haris Al Muhasibi seperti telah disebut terdahulu sebagai trandingan bagi sufisme popular yang didukung sepenuhnya oleh kaum syi’ah.

Tujuan sufisme ortodok adalah “ihya atsar as salaf” rektualisasi paham salafiyah dengan mengupayakan tegaknya kembali arisan kesalehan sufi terdahulu. Yakni para sahabat generasi sesudahnya dengan tetap mempraktekkan kehidupan agama yang bersifat lahiriyah

Dalam pandangan sufisme ortodoks, penyimpangan berat yang dilakukan oleh sufisme Syi’i adalah dalam asfek tauhid dan teologi.

Ma’rifat adalah pengetahuan sejati tentang tuhan yang berpusat dalam fuad (pusat hati).

Gerakan sufisme ortodoks mencapai puncaknya pada abad Lima Hijriyah melalui tokoh monumental Al Ghazali (503 H).

  1. Sufisme-Theosofi

Fase keempat ini ditandai dengan teerpilahnya sufisme kepada dua aliran besar atau alirn induk, yakni sufisme falsafi dan sufisme-theosofi.

  1. Neo-Sufisme

Menurut Fazlur Rahman, perintis apa yang disebut sebagai neo –sufisme adalah Ibn Taimiyah (728 H). yang kemudian diteruskan oleh Ibn Qoyyim, yaitu tipe tasawwuf yang terintegrasi dengan syari’ah.

Kebangkitan kembalii sufisme yang disebut neo sufisme yang berkarakter “puritanis dan aktivis”. Neo sufisme mengalihkan pusat pengamatan kepada rekontruksi sosio-moral masyarakat muslim.

  1. Jelaskan kedudukan wahyu dan akal menurut Mu’tazilah, Asy’ariyah \, Maturidiyah Bukhara dan Maturidiyah Samarkand !

Jawab ;

  1. a. Mu’tazilah

Aliran mu’tazilah sebagai penganut kalam tradisional, berpendapat bahwa wahyu berfungsi untuk:

  1. informasi dan konfirmasi,
  2. memperkuat apa yang telah diketahui akal dan
  3. menerangkan apa yang belum diketahui akal.
  1. b. Asy’ariyah

Menurut Asy’ariyah :

  1. akal hanya dapat mengetahui adanya tuhan saja,
  2. wahyu mempunyai kedudukan yang sangat penting, karena dengan wahyu manusia dapat megetahui baik dan buruk, tentang kewajiban manusia terhadap tuhan dan larangan dari tuhan.
  3. Menurut Al Dawwani, fungsi wahyu adalah memberi tuntunan kepada manusia untuk mengatur hidupnya didunia.
  1. c. Matuduriyah Bukhara

Menurut Matuduuriyah aliran bukhara, wahyu mempunyai fungsi yang sangat penting, yaitu :

  1. mengetaahui kewajiban manusia terhadap tuhannya, serta untuk
  2. melaksanakan yang baik dan meninggalkan yang buruk.
  3. Sedangkan akal berkedudukan untuk mengetahui

  1. d. Matuduriyah Samarkand

Matuduriyah cabang samarkand memberikan fungsi yang kurang terhadap wahyu dengan memberikan kududkan yang sangat penting terhadap akal yaitu :

  1. akal itu untuk mengenal tuhan,
  2. tahu bagaimana berterima kasih dengan tuhan, dan untuk
  3. mengetahui baik dan buruk. Sedangkan
  4. wahyu berfungsi untuk mengetahui bagaimana cara beribadah kepada tuhan.

sahabat